Friday, September 21, 2018

Market Online



Udah pasti tau temen-temen kenapa belanja via online sekarang ya...

Pengalaman pribadi gw menyimpulkan, beli online lebih murah walaupun sudah termasuk ongkir. Namun, ada beberapa yang gw masih suka beli langsung ke toko fisik, seperti beli baju.

Ini beberapa alasan orang lebih demen belanja via online:

1. Lebih murah.

Ini sesuai pengalaman. Sudah beberapa kali beli barang, khususnya yang elektronik dan gadget-gadget gitu, harga online lebih murah ketimbang di toko.

Gw udah kelilingin toko-toko fisik untuk beli mouse, micro sd card, hape, buku, hijab, frozen food. Dan setiap gw mau beli, gw cek dulu di internet, khususnya di market place. Dan selalu harganya jauh lebih murah via online, walaupun udah termasuk ongkir loh.

Ya... kalau dilihat dan dianalisa, ga heran karena toko fisik kan harus bayar sewa tempat, bayar karyawan, biaya operasional seperti listrik, kebersihan dan keamanan.

2. Ada aja

Dari judulnya ada aja, maksudnya barang aneh yang dimauin, ada aja di market place. Nemu aja gitu. Contohnya sumpit panjang untuk masak mie biar tangan ga kepanasan kena uap air mendidih dari dandang. Udah muter-muterin pasar, dari yang tradisional sampai yang modern, ga ketemu. Nemu-nemunya ya di market place. Contoh lain, sama seperti sumpit, mau beli rak piring dengan ukuran yang disesuaikan dengan yang di rumah. Sama, muter-muter pasar, sampai pinggir-pinggir jalan liat-liat, ga ada juga. Nemu-nemu, ya di market place. Contoh terakhir, cari freezer. Pasar-pasar deket rumah, ga ada, ternyata ada di Jakarta sebelah sana yang jauh dan ketemunya juga ya di internet. Oh iya, satu lagi deh contohnya. Cari aqualip atas permintaan anak. Pergi dong ke toko buku terbesar se Jakarta. Ga ada loh... ga dijual kata si mbaknya. Buka market place, eh ada. Ruar biasah...

Eh eh, satu lagi deng. Lagi flu, males banget minum obat (emang secara menghindari pemakaian obat dalam/ ditelen), cari yang membantu lewat pengobatan "luar". Klak klik klak klik, lah nemu aja ini di internet, Essenzo oil. Jadi deh, beli lalu pakai. Cucookkk...

3. Praktis
Praktis di sini maksudnya efektif dan efisien. Hemat waktu, hemat tenaga, hemat duit juga. Tinggal klik, klik, barang sampai deh di rumah.

Note tambahan. Cuma yang jadi penjualnya ini nih, kudu extra smart dan sabar karena alasan price war. Tapi, ada juga supplier yang mensiasatinya dengan cara melibatkan emosi pembeli jadi nyaman dan pede dengan penjualnya dan juga lewat edukasi, seperti contoh ini: Essenzo oil yang top markotop.

Info lebih lanjut untuk Essenzo oil: 0822-8888-0625 (BunSya)

Happy selling!

Wednesday, June 27, 2018

Group WA

#wa #group #groupwa #wagroup #medsos #fesbuk #twitter #insta #IG #bacaal-qur'an #left


kredit: Katadata

Entah sudah berapa banyak waktu terbuang hanya dengan membaca postingan-postingan di group WA. Jikalah postingan itu bermanfaat dunia akhirat, tidak apa-apa, bagus, namun jika tidak, hanya obrolan ringan yang tidak jelas, buat apa? Ingatlah QS Al-Ashr.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Teman SD ajak masuk group, ayo. Teman SMP ajak masuk group, ayo. Teman SMA ajak masuk group, ayo. Teman kuliah ajak masuk group, ayo. Teman mahmud-mahmud di sekolahan anak, ajak masuk group, ayo. Group tempat kerja, ayo. Komunitas hobi masuk group, ayo. Klub politik, ayo. Komunitas bisnis, ayo. Group MLM, ayo. Komunitas keagamaan, ayo.

Setiap hari waktu habis hanya untuk membaca postingan-postingan tersebut. Belum lagi medsos macam fesbuk, insta, twitter, deelel. Semakin dibaca semakin ketagihan semakin habis waktu. Tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Lelah. Tidur. Besok, terulang lagi... lagi dan lagi.

Belum sadar... sampai terjadi konflik:

Group WA SD.
Obrolan mahmud-mahmud yang hilir mudik di jalur wa tentang anak-anaknya (padahal ada teman yang belum punya anak. Sebisanya direm untuk menghargai perasaan teman yang belum punya anak setelah bertahun-tahun menikah). Plus obrolan para eksekutif muda yang show off tentang jabatannya, "Iya, ini gue lagi sama anak buah gue mau meeting." Gubrak... segitu pentingnya kah memperlihatkan kekuasaan dan kejayaan hai mahluk bumi? Jadilah mahluk langit. Ga resep. Bikin eneg.
Left...

Group WA SMP.
Obrolan politik yang tidak berimbang. Ga jelas. Ga ada manfaat. Belum lagi menjatuhkan teman lain hanya karena posting sesuatu yang ternyata salah satu dari mereka sudah pernah terima. Dengan sinisnya bilang, "Udah tau gue. Udah dapet." Helloww... mau sudah pernah dapet kek, pernah liat kek, pernah posting juga kek di group lain, hargailah postingan orang lain. Kita ini hidup bersama-sama dan berdampingan.
Left!

Group kerja.
Isinya saling menyindir dan nyinyir, padahal 80% kaum macho.
Left!

Group MLM.
Walaupun sudah difatwakan MUI bahwa agen yang ituh halal, tapi menurut buanyak ulama, hal tsb adalah syubhat. Ngeri dong sama yang syubhat-syubhat. Dengan berat hati...
Left!

Group mahmud-mahmud di sekolahan anak.
Maklum, isinya 100% wanita, jadinya keblinger omongannya. Yang mau menang sendiri, yang egonya tinggi, yang pamer ini itu. Pppffhhh...
Left...

Hape ringan. Ga ada beban. Sampah-sampah sudah dibersihkan. Dan yang paling mengejutkan, akhirnya bisa baca Al-Qur'an! :)
Karena apa? Ya, karena waktu untuk baca WA sudah berkurang. Indahnya waktu yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya...


Sunday, October 08, 2017

Cabut Gigi Graham Bawah Belakang



#graham #gigi #cabutgigi #doktergigi #drg #suntik #sakit #nangis

Yang bilang habis cabut gigi graham itu ga sakit, bohong. Jangan percaya.

Setelah menimang-nimang dan ngerasain sakit gigi plus migrain beberapa minggu, akhirnya diputuskan untuk cabut graham bawah belakang.

Sudah sekitar 3 - 4 kali ke dokter gigi untuk tambal graham bawah belakang, tapi tak kunjung baik dan normal karena ternyata tantangan buat si dokter gigi untuk membenahi graham ini. secara yang bolong di permukaan sudah ditambal dengan baik dan gusi yang infeksi juga sudah dikasih anti biotik. Tapi, ternyata setelah dicabut, baru kelihatan ada bagian bawahnya yang kropos dan itu bikin dokter gigi kesulitan nambal, alhasil senat senut terus.

Tibalah harinya cabut gigi. Masih hari kerja. Berfikir tidak apa-apa setelah cabut graham karena baca sebuah blog hasil cabut graham ga sakit, biasa aja.

Memang menakutkan untuk cabut gigi karena belum pernah seumur-umur. Apalagi pakai disuntik di gusi. Duh... Untung dokter giginya sabar.

Mulai disuntik. 5 menit baru berasa kebas. Gusi kesemutan. Lidah sebelah kiri kesemutan. Bibir sebelah kiri kesemutan. Tapi masih bisa merasa. Ketika dicoba goyang-goyang, masih berasa sakit. Tau-tau disuntik lagi ala bekam, tuk tuk tuk di beberapa titik di gusi. OMG, rasanya... ditusuk-tusuk, lalu pahit. Itu obat penambahan biusnya, kata si drg. Disuruh kumur-kumur untuk menghilangkan pahitnya.

Dan emang dasar bandel, masih aja berasa sakit digoyang-goyang. Bawaan juga kali ya, tegang dan stress. Alhasil ditambahin lagi "bekam"nya. Mantab tenan...

Tunggu lagi 5 menit. Lalu sang drg ambil tang. Haduuhh.... mula-mula congkelan kecil, lalu tang kecil dan terakhir tang besar. Ga sakit sih, tapi berasa diteken-teken. Jadi inget waktu operasi caesar. Ga sakit waktu diambil bayinya, tapi berasa ditekan-tekan.

Alhamdulillah, setelah sang drg mengeluarkan kanuraganya bersama si tang, keambil juga lah graham itu. Beliau beberapa kali menyebut, "Puji Tuhan". Hepi banget beliau itu karena beliau sendiri galau plus nyabar-nyabarin ngeliat pasiennya uring-uringan stress mau cabut graham.

Habis itu, berasa sakit. Mau nangis rasanya di depan drg. Kata drgnya itu berasa seperti ditonjok. Jadi yang udah pernah ngerasain pipi/ muka ditonjok, rasanya ya seperti itu. Dikasih obat penahan sakit dan antibiotik. Pulang.

Sampai rumah, bekas cabutan rasanya Masya Allah... plus badan sakit dari atas sampai bawah. Padahal ngantuk berat, tapi ga bisa tidur. Yang ada, kayak cacing kepanasan. Tambah nangis, jenggut-jenggut rambut karena berasa sakit kepalanya. Nangis berjam-jam ngerasain sakit. Mau tidur dari jam 10 malam, ga bisa-bisa. Suami akhirnya bangun tidur, pijitin badan yang ngerentek. Ga ngaruh. Balurin balsem, ga cuma di badan tapi juga di pipi karena ngeliat megangin pipi kiri terus sambil masih jenggut-jenggut rambut.

Langsung doi ambil Ponstan. Ga pake ponstan. Ga ngaruh karena waktu sebelum dicabutpun migrain terus, sakit terus, neggak Ponstan, ga efek. Langsung ambil obat di tas yang dari drg tadi. Dibukain dan disediain minum sama suami. Oh dear... lopyupul dah... pijit-pijit lagi di badan karena masih ngerentek.

Udah jam 2 pagi. Paksa tidur, rebahan di kasur. Karena masih berasa sakit, jadi badan juga ga bisa diem. Kaki naik turun naik turun mengurangi rasa sakit. Suami udah K.O., diem dong kakinya, ayo tidur. Bagaimana bisa???

Tapi, lumayan, seenggaknya nangisnya dah redaan :). Sejam kemudian, baru bisa tidur, akhirnya. Bangun-bangun jam 9 pagi. Ga kerja. Untung udah info jam 2 pagi tadi. Dan, masih sakit aja rasanya. Sampai hari Sabtu baru mendingan. Udah bisa makan normal.

Jadi, yang mau cabut graham, siapin mental dan kalau bisa cabutnya pas hari Jum'at aja, biar bisa nangis puas di Sabtu dan Ahad.

Penambahan Nama Untuk Umroh dan Haji di Paspor

#tambahnama #namadipaspor #umroh #haji #tambahnamadipaspor #imigrasi #jaksel #gampang #mudah #simple #kantorimigrasi

Simple. Easy.

itu yang tergambar dan terjadi ketika mau menambahkan nama di passport untuk keperluan umroh dan atau haji. tidak perlu agent. cukup urus sendiri.

pengurusan ini dilakukan di kantor imigrasi Jakarta Selatan.


Selamat menjalankan ibadah haji dan umroh :)

Thursday, June 29, 2017

Mengembalikan File/ Gambar yang Terhapus/ Dihapus

Baru sadar kalau foto2 di kota tua ga ada di SD card.

Panik dong ya. Inget-inget... oh iya waktu itu kayaknya ngapus2in foto2 belajar settingan kamera. Karena terlalu banyak fotonya, jadi ga ngecek lagi. Dan foto2 kota tua itu berada 1 folder d sana.

Langsung googling. Dapet aplikasi Recuva untuk mengembalikan file2/ gambar2 yang hilang karena terhapus/ dihapus.

Mudah dilakukan:

1. Donlot dulu aplikasinya di sini: https://www.piriform.com/recuva/download/
2, Instal aplikasi:
   - Welcome to the Recuva Wizard, Next
   - Pilih file type, Next
   - Pilih file location, Next
   - Klik tombol Start untuk memulai pencarian
3. Duduk manis, nikmatin teh manis
4. Viola! Alhamdulillah...

Saturday, March 18, 2017

Menghatamkan Al-Qur'an Dalam 1 Bulan

MUDAH!

Menghatamkan Al-Qur'an dalam 1 bulan


Juz 30

Hari
30

Juz/ Hari
1

Untuk laki-laki dan wanita tidak haid: 1 Juz
Sholat 1 waktu (setelah Isya) 45 menit 16-17 halaman
Sholat 3 waktu (Subuh, Magrib, Isya) @15 menit @5-6 halaman
Sholat 5 waktu @9 menit @3-4 halaman
Sholat 6 waktu (wajib + dhuha/ tahajjud) @7.5 menit @2-3 halaman

Untuk wanita yang haid teratur: 1.5 Juz
Sholat 1 waktu (setelah Isya) 1 jam 10 menit 24-25 halaman
Sholat 3 waktu (Subuh, Magrib, Isya) @23 menit @8 halaman
Sholat 5 waktu @14 menit @4-5 halaman
Sholat 6 waktu (wajib + dhuha/ tahajjud) @12 menit @3-4 halaman
\

Hitungan di atas berdasarkan pengalaman pribadi.

Silahkan dicoba :)

Thursday, July 07, 2016

Alasan Kenapa Jadi Silent Reader di Group

#silentrider #group #silent #reader

1.    Sifat aslinya memang pendiam dan atau pasif.
2.    Malas ngetik. Lebih hobi membaca.
3.    Minder karena omongan di group seputaran jabatan dan mobil.
4.    Malas dengan omongan ga penting dan ga bermanfaat seperti halnya omongan-omongan anak kecil zaman SD dulu.
5.    Eneg komen karena banyak postingan gambar makanan padahal masih banyak orang yang susah untuk makan.
6.    Sekalinya posting copasan ga ditanggapi sama warga group. Coba posting lagi tidak ada reaksi lagi dari warga group.
7.    Sekalinya komen pribadi memberi tanggapan, dicuekin. Jadi berasa tidak menjadi bagian dari group tersebut.
8.    Berkali-kali posting mengenai kehidupan baik dunia dan akhirat untuk saling menasehati disambut dengan omongan lain yang sama sekali ga ada hubungannya.
9.    Tidak dikenal karena pakai nama bisnis/ usaha dan tidak ditanyakan itu siapa. Contoh: www.xxx999.com
10.  Sekalinya posting gambar/ video lucu, komen sinis yang muncul. Contoh: “udah tau.”, “basi ah.”
11. Takut salah berkomentar yang membuat orang lain tersinggung.

Kalau sudah akut, bisa left dari group. Jangan ditanyakan lagi dengan teman-teman di group kenapa si A keluar tanpa alasan. Coba baca lagi alasan-alasan di atas. Kalau sudah begitu apakah kita tidak merasa bersalah?

Ingatlah kawan, 1 musuh lebih banyak dari 1000 teman.

Semoga bermanfaat dan bisa jaga sikap. 


Pencarian Pesantren Untuk SMP Putri

#pesantren #pencarian

Sisihkan waktu yang khusus untuk kunjungan ke pesantren-pesantren agar anak bisa melihat dan merasakan sendiri pesantren mana yang cocok untuk dirinya.

Berikut list yang dapat dikumpulkan untuk tahun pembelajaran 2016. 


Darunnajah, Jakarta Selatan


Ar-Rahman, Bogor






El-Tahfid, Bogor



Al-Andalus, Bogor



Al-Fityan, Cileungsi
















Al-Kahfi, Sukabumi



Rahmaniyah, Cibinong




Sahid, Bogor








Pinjam Passport


#pinjam #passport #iman #ifa #oma #singapura

Tahun 2011: Oma dan ifa (6 thn) pulang dari jalan-jalan dari Singapura.
Oma: “Iman, Ifa udah jalan-jalan ke Singapura. Iman kapan?
Iman (5 thn): “Ke Singapura pakai passport ya, Oma?”
Oma: “Iya.”
Iman: “Iya, Iman mau, Oma.”
Oma: “Ya udah kapan pergi?”
Iman: “Tapi Iman ga punya passport. Nanti kalau mau pergi, Iman pinjem passport Ifa dulu ya, Oma.”

Oma: “Bwahahahahahaha…. (terpingkal-pingkal).”


Biar Tekor Asal Kesohor

#biartekorasalkesohor #tekor #kesohor #mertua #suami #menantu

Anak perempuan: bbm ke abangnya, “Tau tuh mama. Kalau keluarganya yang butuh, mana ada nolongnya. Coba kalau orang lain yang butuh, langsung ditolong.”
Anak laki-laki: …
Anak perempuan: “Selalu kayak gitu. Biar tekor asal kesohor.”
***
Istri/ menantu: “Mana janji mamamu untuk kasih pinjam uang ke kita untuk bantu bayar rumah? Ga usah takut, aku pasti bayar walaupun dicicil. Kamu tau aku selalu menepati janji untuk pembayaran hutang. Hutang 500 rupiah saja pasti aku bayar. Karena aku takut kalau mati masih ada hutang bisa tidak diterima arwahku di akhirat sana.”
Suami/ anak laki-laki: …
***
Istri: “Jadi untuk menggadaikan motor? Kalau tidak, kita tidak makan ini.”
Suami: “Jadi. Lumayan dapat segini.”
Ibu/ mertua: “Mama punya uang ini 7 juta. Barusan temen mama butuh mau pinjam untuk usahanya. Jadi mama mau kasih aja. Kasian dia perlu untuk modal usaha.”
Istri/ menantu: “Oh, apakah mama tau kita harus menggadaikan motor untuk makan sehari-hari?”
Ibu/ mertua: … (tidak ada respons).

gambar dari kartumania.com

Apakah Anda sosok ibu yang tidak perduli dengan kehidupan anak-anaknya? Apakah Anda sosok orang yang biar tekor asal kesohor? Bagaimana Anda mengajarkan anak-anak Anda untuk berbagi dalam keluarga? Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan Allah mengenai uang yang Anda pergunakan selama hidup di dunia?
Jawablah ke diri sendiri. Semoga kita tidak dijadikan orang yang egois dalam keluarga. Semoga ada perbaikan dalam hidup kita. Aamiin.


Mental Pengemis


#mentalpengemis #mental #pengemis

Di tahun pertama perkawinan anak laki2nya.
Ibu: “Terima kasih ya Ananda kuenya untuk lebaran. Mama ga bikin kue karena papa kan lagi sakit.”

Di tahun ke dua perkawinan.
Suami: “Mama minta kue lebaran tuh. Ga bikin soalnya.”

Di tahun keempat perkawinan.
Istri: “Uangmu yang kasih ke aku, buat modal dagang tahu aja. Kan sudah ada jalan. Tinggal ambil tahu di pabriknya, pergi ke pasar. Jual lah tahu-tahu itu di pasar dari pada tidak ada penghasilan karena perusahaan kamu sudah tutup.”
Suami: “Aku mau ke base camp dari kantor yang lama dulu. Mau minta THR.”
Istri: “Modal untuk tahu tidak dipergunakan untuk jualan tahu?”
Suami: No comment.
Istri: “Berhentilah mengemis. Berhenti meminta-minta. Karena meminta itu hina. Tidak mulia. Lebih baik kamu dapatkan uang dari hasil keringat sendiri walaupun sedikit. Lebih baik dagang tahu yang sudah jelas di depan mata. Halal. Yang diperlukan adalah keuletan dan kerja keras. Buang gengsi. Sekali kamu pegang teguh gengsi itu, “mati” lah kamu karena gengsi tidak bisa membantumu untuk tetap hidup dan bertahan. Apalagi sebagai kepala keluarga, kewajibanmu menafkahi dan juga memberikan tempat tinggal yang layak untuk keluarga.”

gambar diambil dari slideshare.net

Kita lihat kawan. Pendidikan hidup dimulai dari keluarga. Jika ibu mengajarkan selalu meminta maka anak akan hobi meminta juga. Dan itu sangat hina. Nabipun mengajarkan bahwa memberi lebih baik dari meminta.

Maka hai para ibu dan ayah, ajarkan anak-anakmu perilaku yang baik, yang mulia. Ajarkan bahwa memberi lebih baik dari pada meminta. Ajarkanlah bahwa hidup harus diperjuangkan melalui kerja keras. Ajarkan bahwa rezeki tidak sekejap datang dari langit yang langsung ada di hadapannya. Ajarkan untuk menjemput rezeki. Walau rezeki sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa, tapi kita sebagai manusia wajib menjemputnya dengan cara kita yang baik.  

Gelap yang Bukan Winter


#gelap #bukanwinter

Juni 2016. Selama bulan Ramadhan ini, gw harus pergi kerja lebih pagi, 30 menit lebih awal. I don’t know why I really don’t like it. Sebenernya small thing yang bikin bĂȘte dan bisa dibilang ridiculous.
Biasa berangkat jam 6 pagi dari rumah dan itu Jakarta sudah terang. Selama puasa jadi 5.30 yang mana masih gelap. 

Hari pertama keluar, it felt like I am in Sweden in winter. Seriourly, jam segitu keluar rumah yang mana masih gelap dan lampu masih menyala dimana-mana, gw langsung berasa seperti musim dingin di Eropa, khususnya di Swedia. Tapi, begitu naik shuttle bus dan setengah jam kemudian belum sampai kantor, tiba-tiba sudah terang. Sangat tidak menyenangkan.

Bagaimana menyenangkan? Coba bandingkan waktu di Lund, Swedia, pas winter. Jam 7 pagi, kita sarapan dalam keheningan gelap di dalam bangunan, yg kita sebut hotel. Selesai, jam 8 kita berangkat keluar menuju kantor dan itu masih gelap bahkan sampai kantor. Apalagi lokasi mendekati kutub. Keluar jam 9 pagi menuju hotel es sampai sana jam 10an masih gelap (ini mah beda kasus, kl lingkar kutub itu pas winter memang gelap 24 jam :D).


jam 9 pagi morning winter


Well, it must be done karena memang jadwal bus yang kita sudah sepakati dan kita bertujuan baik yaitu bisa pulang lebih cepat 1 jam agar bisa buka puasa di rumah. It’s only a month. *menghiburdiridotcom*.

Sensasi Bold alias Botak :)

#botak #bold #sensasi

April 2016. Heboh Jupe botak bukan berarti ikut2an botakin juga. Udah dari tahun lalu memang mau botak karena suatu hal. Mau ada perubahan juga sih. Cari sensasi buat diri sendiri. Secara pakai hijab, ga ada yang tau juga eike botak, makanya cari sensasi buat diri sendiri.

Masalahnya dari tahun lalu ga botak-botak karena salon-salon ga mau botakin gw yang perempuan. Pada nolak. Belom lagi bocah sampe nangis di salon karena maknya ngotot mau botak. Ditambah mbaknya juga ga mau. Jadilah bob nungging aja sependek2nya.

Pas minta cuti mendadak karena ada urusan, suami kerja, bocah sekolah, ya sudah tak mulai persiapan, nyiap2in gunting plus kerokan jenggot, 2 pcs dan kaca gede.

Mulai deh gunting2 dulu rambut. Ngasal. Ga karuan pokoknya. Ngaco. Geli sendiri kalo ngeliat di kaca. Udah pada tipis sekepala, langsung deh beraksi itu silet jenggot. Ga cukup loh 2 buah. Kudu 3 atau bahkan 4 kalau mau sampe botak licin. Karena Cuma 2, jadinya ada sebagian yang botak licin, sisanya banyakan ngeres.

Dan itu juga ga rata sekepala. Yang pasti dari atas ke belakang, ga jelas bentuknya hahahaha… secara cuma pake feeling ngeroknya. Susah cuy ngerjain sendiri. Saking aja ga ada mbak-mbak salon yang mau ngebotakin hiks.



Habis kelar, gatel deh luar biasa karena ketusuk-tusuk rambut2 yang super pendek. Jadinya kayak jarum. Langsung cus mandi sabunan sampe berbusa-busa biar ga ada sisa 1 rambutpun yang nempel wkwkwkwk…

Naahh… sensasi baru dimulai deh. Mikirnya simple kalo botak. Keramas hemat. Panas, ga gila2an kayak punya rambut. Ga perlu sisiran. Mandi juga jadi cepet xixixixixi… eh, ga taunya pas pakai baju, susah. Apalagi kalo bajunya kebalik. Tau kenapa susah? Karena pas baju masuk berada di kepala botak yang ada sisa2 rambut seucrit jadi ke-rem tuh baju karena ucrit-ucrit itu. Keset. Kagak lancar. Jadi, kalau bisa pakai baju itu bajunya jangan nyerempet ke kepala, bisa macet.

Sekarang masalah pakai hijab. Sama aja dengan pakai baju. Itu kalau ga pakai daleman hijab. Kalau pakai mah aman.

Minggu kedua. Kepala dah berasa kayak rumput yang baru tumbuh panjangnya 1 mm. Ribet kalau pakai hijab tanpa dalemannya. Secara rambut pada ngejentrik dan keluar dari hijabnya hahahahaha… Alhamdulillah pakai baju ga sesusah di hari-hari pertama. Sudah bisa lancar.

Bulan ke-3. Rambut sudah seperti orang laki-laki cepak. Semua menjulur ke depan. Belum bisa dibelah pinggir tapi sudah bisa dimodelin Mohawk. Pakai baju sudah sangat normal, tidak ada gangguan dari rambut. Lancar jaya. Nah, pakai hijab nih, kalau hijab yang jleb tanpa dalemannya, rambut di atas dahi akan keliatan karena menjulurnya itu ke depan. Belum lagi kalau pakai tipe hijab jleb itu yang makainya dari depan ke belakang, nah rambut yang menjulur ke depan itu mau ga mau ngikutin ke belakang dan alhasil permukaan hijab di kepala tidak mulus, banyak gajlukannya di kepala karena rambut jadi naik ngelawan arus ke arah belakang. Mulailah repot masukin tangan ke kepala dalam hijab untuk mengembalikan arus rambut yang dipaksa ke jalur belakang jadi balik ke depan lagi.

Kalau pakai daleman, aman. Tinggal nanti pas buka jilbab aja, rambut itu akan berpola unik. Ngeringkel2 ga jelas. Tapi, tetap praktis dalam kondisi apapun dengan rambut seucrit gitu :D

Monday, March 21, 2016

Pakai Mike?




Kejadian ini sebenarnya sekitar 2 tahun yang lalu. Sekarang ini saya menulisnya Februari 2016. 

Kenapa saya ingin menulis? Lumayan menggelitik padahal hal simple saja.

MD kita yang bule di perusahaan Swedia adalah posisi paling atas. Bossnya si MD ada di kantor pusat, Lund, Swedia, seorang wanita matang. Sesekali beliau datang mengunjungi kami untuk melihat perkembangan yang ada di pabrik Jakarta.

Biasanya kami akan ada meeting besar melibatkan Management Team dan Extended Manager, dan total semuanya sekitar 60an orang. Tapi, kadang tidak juga, hanya pecahan meeting-meeting dari meeting besar itu.

Suatu ketika diadakanlah meeting besar itu dengan banyak pembicara untuk melaporkan pencapaian perusahaan kami. Setelah beberapa Direktur dan Manager melaporkan, tiba saatnya, bos wanita itu maju untuk memberikan speech.

Posisi duduk kami berbaris seperti di kereta api. Jadi, hanya kursi tanpa meja dan memanjang ke belakang, dan dibagi 2 sisi, jadi di tengah ada space untuk presenter jalan maju mundur (cantik… cantik… J).

Ketika saatnya beliau bicara, beliau bertanya kepada seluruh peserta, “Do I need to use mike?”. Sontrak, semua serentak menjawab “Noooo…” tapi Cuma gw aja teriak and say “Yes!”.

Secara Yes nya gw kenceng, dengerlah sama beliau dan semua kepala menoleh ke gw. Cengengesan aja gw. Lah iya, masak tega ngebiarin seorang perempuan matang cukup umur teriak2an di aula gede gitu dengan orang 60an? Gw ga tau apa yang dipikiran orang2 ketika menjawab No. biar ga rempong? Biar ringkes? Biar dia kehabisan suara jadi sekseh gitu nanti suaranya? Biar dia pake melotot2 kala ngeluarin suaranya dengan volume maksimal? (pake dia bukan beliau karena orang2 ini nganggep apa ya si ibu itu). Hedeeehhh…..

See… liat, setelah beliau denger jawaban gw, langsung pihak hotel mempersiapkan mike dan menyerahkannya ke beliau. Ga pake lama. Ga sampe lo nungguin bikin KTP dari awal mpe jadi. Buktinya, setelah ok, mike dipake, suaranya jelas dari speaker dan beliau ga perlu nimbulin uratnya yang di leher ampe ijo.

Life is that simple.