Powered By Blogger

Thursday, January 04, 2007

Not "Why", but "How"?


"Kenapa gw? ... Kenapa Aku, Ya Allah ... ?!" teriakan sekaligus pertanyaan itu gak asing lagi di telinga kita manakala ada yang ditimpa musibah. Kadang malah ada tambahan, "Hidup ini gak adil ...", hueheheheheee ... moso' seh???
Adil gak adil itukan persepsi masing2 & relatif, ya toh??? Daripada nangisin en nyeselin yang udah terjadi dan gak akan berubah sampe kapanpun, mending kita lihat ke depannya akan gimana ... tapi, karena qt gak tau ke depannya itu gimana, ya enaknya sih berserah diri dengan tanpa melupakan optimisme di urat nadi qt.
Ini puisi ditujuin buat yang maju, buat yang gak memble ...


Not "Why", but "How"?

For my great GOD who powers everything
I don't ask you stupid things
For all these matters I've been through
Not "Why"

To my dear LORD who owns everything
I do ask you for special things
For all my matters I will through
"How" will it keep going?

*b1n
25.02.05

Wednesday, January 03, 2007

Mustahil yang Mustahal :)



Mao penghasilan tambahan yang besar tanpa mengganggu kegiatanmu sehari2?
Mo belanja tanpa harus membayar dan dibayar?

Kedengerannya seh mustahil ya ... tapi, tau gak kalo kekuatan fikiran manusia tuh sangat unik dan ajaib ... Alhamdulillah ada suatu sistem yang bisa menaikkan hidup manusia yang lebih baik di masa depan.

wanto know more? coba deh taro alamat imel kamu di kolom comments ...

bi-ce & bi-co


Beda Biker Cewe' (bice) sama Biker Cowo' (bico):

1. Kalo bice bawa motor pelan; komen orang yg liat: "Maklum, yang bawa motor cewe' ..."
Kalo bico bawa motor pelan; komen yang liat: "Banci banget sih tuh cowo', bawa motornya kayak keong abis ngelahirin ..."

2. Kalo bice bawa motor ngebut; komen orang yang liat: "Oke deh ...te-o-pe banget ..." (sambil siul)
Kalo bico bawa motor ngebut; komen yang liat: "Sok jagoan banget seh...!!!"

3. Kalo bice bawa motor sering nge-rem; komen yang liat: "Itu namanya hati-hati ..."
Kalo bico bawa motor sering nge-rem; komen yang liat: "Dasar penakut!"

4. Kalo bice bawa motor selap-selip; komen yang liat: "Lincah kayak balerina, jack!"
Kalo bico bawa motor selap-selip; komen yang liat: "Mo pamer tuh!"

5. Kalo bice bawa motor kepalanya dugem; komen yang liat: "Kayaknya musiknya asik tuh!"
Kalo bico bawa motor kepalanya dugem; komen yang liat: "Yaaa ...ayannya kumat ..."

6. Kalo bice bawa boncengan cowo; komen yang liat: "Tega banget seh tuh cowonya ..."
Kalo bico bawa boncengan cewe; komen yang liat: "Dah biasa ..."

7. Kalo bice bawa motor nabrak mobil; komen yang liat: "Duh, kasihan amat sih. Pasti banyak fikiran ..."
Kalo bico bawa motor nabrak mobil; komen yang liat: "Bego, tuh mata dikemanain sih???"

8. Kalo bice bawa motor nabrak mobil; komen yang ditabrak: "Gimana sih, Mbak? Next time, hati-hati ya ..." (nada halus)
Kalo bico bawa motor nabrak mobil; komen yang ditabrak: "Mata lu ditaro di pantat apa???!!!"

9. Kalo bice bawa motor mo parkir; komen satpam: "Sini Mbak, dibantuin angkat standarnya. Kasian berat ..."
Kalo bico bawa motor mo parkir; komen satpam: "Biarin aja, bisa angkat sendiri standarnya."

10. Kalo bice bawa motor mo keluar parkir; komen satpam: "Hati-hatiya, Mbak, di jalan ..."
Kalo bico bawa motor mo keluar parkir; komen satpam: *Dieeeeemmmm ...*(dalam hati bodo' amat)

11. Kalo bice bawa motor ditilang polisi; komen yang liat: "Gimana sih tuh Polisi??? Kasihaannn ..."
Kalo bico bawa motor ditilang polisi; komen yang liat: "Pasti dia ngelanggar peraturan."

12. Kalo bice bawa motor ngerem mendadak; komen yang liat: "Duh, ngagetin aja sih ..."
Kalo bico bawa motor ngerem mendadak: komen yang liat: "Tolol banget sih!!! Gak pikirin yang di belakangnya ya?"

13. Kalo bice bawa motor ugal-ugalan; komen yang liat: "Test mental tuh!"
Kalo bico bawa motor ugal-ugalan; komen yang liat: "Dasar gak punya otak!"

14. Kalo bice bawa motor dapat menghindari orang nyebrang seenaknya; komen yang liat: "Seenaknya aja tuh orang nyebrang, bagus deh gak nabrak tuh yang bawa motor."
Kalo bico bawa motor dapat menghindari orang nyebrang seenaknya; komen yang liat: "Kita mang harus lihai menghindari penyebrang seenaknya."

15. Kalo bice bawa motor nerobos lampu merah; komen yang liat: "Dia pasti lagi buru-buru."
Kalo bico bawa motor nerobos lampu merah; komen yang liat: "Matanya ijo semua ..."

16. Kalo bice bawa motor buka helm; komen yang liat: "Cewe' macho. Salut ..."
Kalo bico bawa motor buka helm; komen yang liat: "..." (no comment) :D

17. Kalo bice bawa motor sering klakson; komen yang liat: "Itu namanya memperingatkan untuk menghindari kecelakaan. Lebih baik seperti itu."
Kalo bico bawa motor sering klakson; komen yang liat: "Berisik banget seeeeehhhhhhh!!!!!"

18. Kalo bice bawa motor isi bensin; komen yang liat: "Cewe loh ...ck ... ck ... ck ..."
Kalo bico bawa motor isi bensin; komen yang liat: Tanpa berkomen, dalam hati saja, "Mending gw liat abang bensinnya aja."

19. Kalo bice bawa motor teriak sama mikrolet yang ngetem; komen yangliat: "Berani juga ..."
Kalo bico bawa motor teriak sama mikrolet yang ngetem; komen yang liat:"Bakal seru neh ..."

Yang terakhir ...

20. Kalo bice bawa motor pake kaos kaki warna pink plus sendal coklat; komen yang liat: "Nyentrik, oiii ..."
Kalo bico bawa motor pake kaos kaki warna pink plus sendal coklat; komen yang liat: "Jayus abissssss .... !!!"

Tuesday, December 05, 2006

Kijang Krista Silver B8962SH yang tidak punya hati nurani


Ri yang baik, aku punya cerita seru neh. Gak heran ya kalo orang metropolis kayak gitu …???

Kijang Krista Silver B8962SH yang tidak punya hati nurani

Sabtu yang terik (11 November 2006), jam 14.00, aku bersama motor kesayanganku menuju Jl. Dewi Sartika, Cawang. Begitu lampu hijau perempatan cawang menyala, aku langsung tancap gas, tapi mendadak aku rem karena ada dua mobil ambulance yang dari kejauhan sudah membunyikan sirinenya dengan sangat kencang. Setelah kedua mobil tersebut lewat, aku mulai tancap gas lagi. Aku sempat melihat wajah petugas pengendara ambulance itu terlihat tegang. Tegang sekali. Aku sempat deg-degan dan berfikir bahwa mereka berada dalam situasi yang urgent dan gawat. Setelah lewat lampu lalu lintas ke dua, terjadi kemacetan di sekitar antara Suara Pembaruan, Sekolah Muhammadiyah dan Bakmi Golek. Kedua ambulance terjebak dalam kemacetan tersebut. Biasa … para mikrolet ngetem untuk mendapatkan penumpang.

Namun, satu yang tidak bisa aku terima dan tolerir, ada sebuah mobil kijang bernomor B8962SH sangat tidak punya hati nurani. Bayangkan, Ri, begitu ambulance pertama berhasil lolos dari kemacetan, ambulance ke dua bermaksud meloloskan diri juga dari kemacetan dengan mengambil jalur kanan. Tanpa diduga, kijang yang tidak punya nurani tersebut langsung mendadak memberi lampu sen kanan dan memblok tindakan ambulance ke dua untuk ambil jalan yang agak lancar tersebut. Otomatis ambulance ke dua membunyikan klakson berkali-kali menandakan bahwa tindakan pengemudi kijang itu sangat tidak mempunyai hati dan bermaksud meminta jalan untuk mendahulukan ambulance. Tapi, pengemudi kijang tidak perduli. Sampai ambulance tersebut menyalakan lampu depan dan memainkan tanda jauh dan dekat untuk lampu tersebut agar menarik perhatian pengemudi kijang supaya aware dan mempunyai hati untuk mendahulukan ambulance. Tapi, dasar manusia batu, pengemudi kijang tetap di jalur kanan, yang jelas-jelas adalah jalur cepat (peraturan tidak tertulis) agar ambulance bisa berjalan secepatnya.

Aku sangat marah, Ri. Marah sekali melihat kelakuan pengemudi kijang tersebut. Gila … benar-benar gak punya nurani. Manusia terkutuk. Tanpa fikir panjang, aku langsung kejar kijang itu dan bermaksud menggebrak mobilnya untuk minggir ke arah kiri. Tapi gebrakanku hanya seperti mengelus saja karena tanganku tidak berhasil menjangkau karena aku hampir kehilangan keseimbangan (saking marah dan emosi). Aku juga harus memperhitungkan keselamatanku sendiri. Aku lupa, kenapa tidak aku gebrak dengan kaki! Menendang mobil itu, maksudnya. Dengan tendangan, harusnya bisa kena dan lebih mantap gebrakannya. Teman pengemudi yang di sampingnya sempat melihat tindakanku. Entah karena itu, si pengemudi kijang ingin balik membalas aku atau karena ambulance itu berkali-kali membunyikan klakson, langsung ia mengambil jalur tengah dan ambulance itu akhirnya bisamelaju dengan lancar.

Setelah ambulance lewat, aku sengaja kejar lagi kijang itu dan mendahuluinya. Tau aku ngapain? Aku tunjuk helmku sendiri pakai telunjukku dengan maksud menyampaikan pesan ke pengemudi kijang, “Please deh, punya otak sedikit dan nurani sedikit aja untuk tidak menghalangi jalannya ambulance itu”. Kemudian, aku lanjutkan dengan mengacungkan jari tengahku, yang berarti “you are scamp, loser!” (bahasa kasarnya sih f*** you). Eh, yang aku lihat di wajahnya adalah senyum mengejek. Gila ya. Bener2 gak punya otak tuh orang. Bukannya mikir ataumelakukan tindakan yang layak kek, eh, malah cengengesan gak jelas …Apa kayak gitu ya mayoritas mental orang-orang Jakarta, kaum metropolis? Aku sih yakin banyak yang bakal protes dan gak setuju kl aku bertanya seperti itu. Tapi,melihat kejadian kayak gitu … ampun deh. Bukti nyata kan??? Gak bedanya dengan yang aku lihat juga di kereta. Ada ibu muda gendong anaknya, gak dapet tempat duduk, sengaja berdiri di depan para cowok … tau gak, gak ada tuh yang tergerak hatinya untuk memberikan tempat duduk. Sama kayak di bis. Yang ada para lelaki itu pura-pura tidur! Mau wanita hamil kek, gendong anak kek apa manula, cuek aja… jumlah itu gak minoritas loh … so, masih salah kalo aku bilang mayoritas orang Jakarta tidak punya mental yang baik dan tidak punya nurani??? Buat pengemudi kijang yang kumaksud, tolong belajar lagi ilmu agama kepercayaannya supaya punya nurani, sedikit saja, dan supaya punya otak juga agar tau mana kepentingan umum, mana kesenangan dan kepentingan pribadi!

What do you think, Ri?
Salam,
Your friend, indeed …

Diskon apa Sale?

Ada banyak pendapat kalau discount itu menguntungkan karena sebagai seorang konsumen sejati yg doyan harga diskon itu lebih efektif ; 'sale up to 50%' daripada mencantumkan harga nominalnya. Soalnya harga murahkan tergantung masing2 orang. Contohnya ' Harga Murah / Special Price Rp.50.000 - Rp 100.000' ...nilai ini mungkin murah bagi A tapi belum tentu bagi si B. Tapi kalo 'Sale Up to 50%'...pasti akan menarik semua orang karena orang gak tau nominal murahnya seberapa ...

Tapi banyak juga yang suka dengan special price karena lebih efisien. kalau hanya bilang discount up to 50% memang banyak yang mengerumuni. Tapi efek sampingnya, banyak orang lain yang sebenarnya tertarik tapi tidak jadi datang karena banyaknya kerumunan orang-orang yang sebenarnya belum tentu membeli karena ternyata setelah didiscount, harganya tetap tinggi. Jadi kalau kita tampilkan nilai nominalnya langsung, yang datang kemungkinan besar adalah orang-orang yang memang berminat untuk membeli yang merasa bahwa budget mereka cukup untuk membeli. Program potongan harga dengan diskon udah terlalu populer dan kadang sudah tidak mempan memancing pelanggan.

Yang mana yang kamu suka? :D

cintA taK terjangkaU

gini nih kalo cinta gak pernah terbalas ...
jadi lupain aja, bro! okeh ...

========

"melupakan"

bila malam datang
ku tak lagi resah
menunggu bayang dirimu
yang menari di mata hatiku

bila pagi menjelang
kuhirup aroma kamboja bali
tuk segera melupakanmu

dan pagi berganti siang
ku tak lelah menemukanmu
karena kau telah hilang
ku coba tuk melupakan

*b1n
04.08.06

The Biggest Ashtray in The World



Jhon Doe: "Mata lo kenapa?"
Jane Doe: "Kena bara rokok ..."
Jhon Doe: "Kok bisa?"
Jane Doe: "Bisa kaleee ... Kaca helm gw lg dibuka ..."
John Doe: "Gw tau lanjutannya. Di depan lo ada mobil yg sopirnya lg ngerokok sambil buka kacanya. Iya gak?"
Jane Doe: "Bingo!"
Jhon Doe: "Trus, tuh bara terbang dah ke mana-mana."
Jane Doe: "Yup!"
John Doe: "No wonder ya kalo kota kita tercinta tuh asbak terbesar sejagat!"
Jane Doe: " :D "